Kenapa Mereka Memerangi Islam?

Walau dengan keagungan akhlak ini dan kehidupan beliau yang mulia tercatat dan terekam, tetapi banyak dan banyak orang yang mengingkari hal tersebut, mendustainya bahkan melampaui tingkat mengingkari dan mendustai, ke tingkat menghina, mencelah, menjelek-jelekkan dan menyangkal!!

kadang kita heran dan bingung, melihat pemikiran yang menyerang Islam, menghina manusia terbaik dan penghulu umat manusia; Rasulullah Saw. dan bertanya dengan kaget, bagaimana mungkin mata mereka tidak melihat cahaya yang terang itu? Dan bagaimana mungkin, akal mereka tidak mengetahui kebenaran yang nyata? Keheranan dan kebingungan ini akan lenyap, ketika melihat kondisi mereka yang menginkari, mendustai dan mencelah.

Kondisi mereka berada antara dengki atau bodoh (jahil)..

Yang pertama : mereka tidaklah kekurangan ilmu dan kemampuan, mereka melihat kebenaran dengan jelas, tetapi pengaruh –loyalitas- mengikuti orang lain. Adapun mengapa mereka menyalahi dan mengingkari, sebabnya banyak : karena cinta dunia, karena terpengaruh dengan kepentingan mereka, yang lain karena mengikuti hawa nafsu mereka, atau karena hasad dan iri.

Mereka adalah kelompok menyimpang dari manusia yang tidak kekurangan bukti, tidak membutuhkan argumen dan hujjah, Allah Swt., menyebut mereka dengan firman-Nya : (Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan). [QS An-Namal : 14].

Kelompok ini mencakup para penjahat besar, para pemimpin fitnah, kesesatan dan para pengikut iblis yang terlaknat, mereka ada di setiap zaman.  Zaman kenabian, orang-orang jujur dan zaman orang-orang shaleh tidak lepas dari kelompok ini, mereka adalah musuh kebaikan di setiap tempat, mereka adalah para penyeruh kerusakan dan kehinaan pada setiap masa dan setiap saat.

Walaupun mereka berada satu –parit dengan iblis-, mereka tetap menjadikan diri mereka sebagai pemimpin bagi orang-orang yang binasa. Hati nurani mereka telah mati, fitrah mereka telah rusak, hati-hati mereka telah menghitam dan mata mereka telah buta. Maka mereka memilih untuk diri dan kaumnya jalan kesesatan, menolak dengan sekeras-kerasnya segala petunjuk yang akan menuntunnya kepada kebaikan dan mereka mencurahkan segala perhatiannya untuk memerangi penyeruh kebaikan dan orang-orang mulia!

Di antara kelompok ini adalah Fir’aun, Haman, Qarun, juga Abu Jahal, Ubay bin Khalaf dan Abu Lahab, begitu juga Huyyie bin Akhthab dan Ka’ab bin Asraf.

Dari kelompok ini, ada yang berpakaian raja-raja dan sultan, ada yang berpakaian rahib dan pendeta, ada yang memegang senjata dan berperang, ada yang memegang pena dan menyerang. Di dalamnya juga Yahudi, Nasrani, orang-orang musyrik dan Majusi, juga atheis yang mengingkari ketuhanan, bahkan dari mereka ada juga Muslim secara lahir dan berbeda batinnya!! Dan kisah Abdullah bin Ubay bagi kita masih jelas.

Mereka adalah kelompok berbahaya dan orang-orang Muslim harus membongkar rahasia-rahasia mereka dan membongkar agenda-agenda dan konspirasi mereka, serta memberikan peringatan kepada dunia akan bahaya kejahatan dan dosa mereka.

Walaupun kelompok ini sangat berbahaya, namun –dengan kebaikan Allah- jumlah mereka sedikit dan jumlah mereka yang mendustai agama dan mencelah para nabi dan orang-orang shaleh hanya seperti setitik air di laut luas.

Apalah Fir’aun, Haman dan Qarun jika dibandingkan dengan Bangsa Mesir? Dan siapalah Abu Jahal, Ubay bin Khalaf dan Abu Lahab jika dilihat Bangsa Mekah? Dan siapalah Kisrah jika melihat penduduk Irak, Persia dan sekitarnya? Dan apalah Hiraklius jika dibandingkan dengan Nasrani Syam, Anatoli dan Eropa..?!

Kelompok ini yang memerangi agama dengan semangat dan sengaja , memerangi keutamaan dan akhlak dengan sengaja dan sadar, mereka senang dan gembira menginjak-injak kehormatan orang-orang saleh.

Jika jumlah mereka sedikit, maka nampak siapa mayoritas yang mengingkari dan mendustai?!

Mereka adalah kelompok kedua yang mengikuti pemimpin kekufuran dan kesesatan, mereka adalah “orang-orang awam” yang tidak mengetahui agama dari sumbernya yang benar, mereka hanya mendapat bisikan bahwa hal tersebut adalah perkara baru dan salah, atau hal tersebut adalah kebiasaan yang usang dan pemikiran yang menyimpang, maka mereka berbaris bagai kelompok di belakang iblis dan mereka tetap di atas kendaraan mereka hingga ke jurang kebinasaan mereka, sementara mereka mengira, bahwa mereka berbuat benar!!

Mereka adalah kelompok orang-orang jahil yang kekurangan ilmu, atau orang-orang biasa yang butuh penjelasan dan penerangan, atau bahkan para pemikir yang butuh dalil dan bukti.

Kelompok kedua ini membutuhkan “ilmu” dengan mudah!..

Mereka tidaklah berperang karena mereka suka berperang dan tidaklah menghina karena suka menghina dan tidaklah menyerang Islam atau menghina Rasulullah karena Ideologi, pemikiran dan perencanaan.

Mereka adalah orang-orang miskin dari masyarakat awam!!

Mereka adalah bangsa yang bingung! Dan ombak yang bergelombang dari manusia!!

Mereka adalah “mayoritas orang”!!

Telitilah sejarah dan renungkan tiap lembarannya..

Apakah Bangsa Persia memerangi Islam? Atau hal tersebut karena tangan Kisrah dan kelompok orang-orang yang mengambil manfaat dari para menteri, para pemimpin serta tokoh-tokoh agama, kemudian sekelompok tentara yang tunduk? Bangsa Persia selama berabad-abad meyakini api adalah tuhannya dan mereka juga meyakini pemimpin mereka “Kisra” dari keturunan suci dan bahwa agama yang benar adalah agama Mezdek[1] dan pengikutnya.

Kemudian hari berlalu dan risalah Islam yang murni diperkenalkan kepada mereka orang-orang miskin yang lalai, lalu tersingkaplah penutup yang menghalangi pandangan mata mereka, kemudian lenyaplah penghalang pendengaran yang dibisikkan oleh para pemimpin mereka di telinga mereka,  dan dari penyebab kesesatan. Hanya dalam waktu yang singkat, hingga masyarakat awam mengetahui kondisi mereka yang dulu pernah goyah. Dan mereka menyaksikan dengan mata, akal dan hati mereka sendiri keagungan syariat Islam dan keindahan Islam, kemudian mereka melihat dengan dekat keagungan akhlak, sikap dan ucapan-ucapan yang penuh dengan hikmah dari Rasulullah Saw, maka mereka memutuskan untuk  memilih Islam dengan kehendak, cinta, tanpa pemaksaan dan pemerasan.

Demi Allah- kita sama sekali tidak membutuhkan pemaksaan masuk agama dan tidak perlu berusaha memaksakan aqidah, di samping itu karena kita diperintahkan untuk menjauhi kedua hal tersebut. Allah berfirman : (Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat). [QS Al-Baqarah : 256].

Telah jelas bagi Bangsa Persia, antara jalan yang benar dari jalan yang sesat, mereka telah melihat kebenaran, mereka telah membedakannya dari yang batil dengan jelas dan mereka telah memilih jalan fitrah yang telah ditanamkan oleh Allah Swt. di dalam lubuk hati setiap hamba-Nya, (Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu). [QS Ar-Rum : 30].

Mayoritas Bangsa Persia telah masuk Islam, tiada tersisa orang-orang yang terus mengingkari dan mendustai, kecuali para pemimpin kekufuran dan petinggi kesesatan.

Dan apa yang kami katakan tentang Bangsa Persia, juga sama dengan Bangsa Syam, Mesir dan bagian Utara Afrika, bahkan terhadap Nasrani di Andalusia, Anatolia, Timur Eropa, Indonesia, Bumi Melayu, India dan lainnya.

Sesungguhnya hujjah Allah tegak dan agama-Nya menang..

Bukan dengan pedang, bukan juga dengan senjata, tetapi dengan kerja, dalil dan bukti!!

Bagimu hanya cukup menampakkan Risalah Islam dan menjelaskan keadaan, akhlak dan tabiat nabi mulia Rasulullah Saw., maka hal ini akan menjadi jembatan mayoritas manusia untuk mendapatkan hidayah.

Dari sini kita pahami apa yang disebutkan oleh Allah Swt., dalam kitab-Nya, ketika menetapkan dengan jelas fungsi, peran para nabi dan tugasnya, ketika Allah Swt., berfirman : (Maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang). [QS An-Nahl : 35]., Allah juga berfirman : (Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang). [QS An-Nur : 54]. Allah juga berfirman : (Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang). [QS Al-Maidah : 92].

Dan banyak lagi ayat-ayat yang senada dengan ayat di atas di dalam Al-Qur’an, untuk menyingkatnya susah dan panjang.

Dan pertanyaan yang urgen : Apa yang terjadi jika kaum Muslimin lalai dalam membawa risalahnya, menjelaskan syariatnya dan membuktikan akhlak nabinya Saw.?!

Kelalaian ini akan membuka peluang bagi penyeruh pemikiran yang menyimpang, pemimpin kebatilan dan kesesatan, menjelaskan Islam sesuai dengan pandangan mereka, serta menyamarkan Islam kepada manusia.

Manusia membutuhkan pemimpin dan petunjuk, maka apa yang akan terjadi jika seorang mukmin bermalas-malasan dalam perannya memperkenalkan Islam, Rasul kita, akhlak dan nilai kita kepada manusia?!

Rasulullah Saw. Bersabda : (sesunnguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari hamba, tetapi Allah mencabut ilmu dengan (Allah) mematikan ulama, hingga jika tidak tersisa seorang ulama, maka manusia mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpin mereka dan mereka pun bertanya kepadanya, lalu ia pun berfatwa tanpa ilmu, maka mereka pun sesat dan menyesatkan).[2]

Dari sini kita pahami ucapan menggugah yang diungkapkan oleh salah seorang sahabat Rabie bin Amir, saat menjelaskan dengan indah peran kaum muslimin di muka bumi dan tugasnya dalam kehidupan..

Ia mengunggkapkannya dengan indah : “Allah mengutus kami untuk mengeluarkan manusia dari menyembah hamba kepada menyembah Allah dan dari kepengapan dunia kepada keluasan dunia dan dari kezaliman agama-agama kepada keadilan Islam”.[3]

Inilah tugas penting yang harus selalu diletakkan umat Islam di depan matanya; sesungguhnya kebanyakan orang-orang memerangi kita, karena mereka tidak mengenal kita dan kebanyakan orang yang membenci kita, karena mereka belum menelaah hakikat kita.

Cover buku seni interaksi Nabi dengan non-Muslim karya Dr. Raghib al-Sirjan

Kita butuh menampakkan sisi-sisi keagungan dan kesempurnaan dalam agama kita dan kehidupan Rasul kita Saw., kita butuh bicara tentang diri kita dengan diri kita sendiri dan menuliskan akhlak kita dengan pena-pena kita dan bicara tentang Rasul kita dengan lisan-lisan kita.

Saya telah memasuki perpustakaan-perpustakaan besar di Eropa dan Amerika dan saya dapatkan buku yang berbicara tentang Islam dan tentang Rasul kita dalam bahasa Inggris, saya dapatkan puluhan bahkan ratusan, tetapi sungguh sayang- kebanyakan buku-buku tersebut ditulis oleh non muslim!..

Mereka sedikit yang jujur dan membela, banyak zalim, dengki, berbohong dan menyimpang..

Lalu di mana peran kaum muslimin?!

Bukankah Islam dan Rasulnya Saw., yang menjelaskan keindahan, kesempurnaan dan kemuliaan kepada seluruh hamba Allah, ditorehkan dari medan-medan jihad yang agung?!

Bukankah kita harus mengcover bidang ini dari  seluruh sisi dan detai-detailnya?!

Bukankah tangan-tangan kita harus sampai kepada orang-orang miskin yang dibutakan oleh kejahilan dan hati mereka yang telah tertupi, hingga mereka tidak melihat kemuliaan Islam, akhlak Islam dan syariat Islam?!

Bukankah keutamaan-keutamaan ini harus diterjemahkan ke seluruh bahasa terkenal di dunia dan lainnya, hingga hujjah Allah tegak di hadapan makhluk-Nya?

Allah Swt., berfirman : (Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka). [QS Ibrahim : 4].

Apakah kita tidak merasa resah, melihat masyarakat umum hanya hidup untuk makan, minum dan bersenang-senang saja dan mereka lalai dari menyembah tuhannya?!

Apakah Allah tidak akan menghisab kita atas jutaan orang yang tidak mengenal Islam dan membenci Rasulullah Saw., karena mereka tidak mendengar tentang Islam kecuali melalui media yang dimiliki oleh Yahudi dan sejenisnya dan mereka tidak mendengar tentang Islam kecuali dari orang-orang tendensius dan atheis?!

Sungguh tugas sangatlah berat dan kepatuhan sangatlah besar..

Sesungguhnya alam membutuhkan kesempurnaan syariat kita dan butuh kepada kepemimpinan Rasul kita Saw. Dan tugas menyampaikan bukanlah perkara ringan, karena musuh-musuh selalu bersiap-siaga, iblis tidak pernah diam dan pertempuran yang sangat sengit, walau demikian di depan mata kita, firman Allah meneguhkan hati-hati kita dan mengokohkan langkah-langkah kita; (Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetehuinya). [QS Yusuf : 21].

Dan buku yang ada di tangan kita saat ini –yang saya memohon kepada Allah untuk mengharap ridha-Nya- kita buka selembar dari lembaran-lembaran cemerlang yang ada dalam agama kita dan sejarah Rasul Mulia kita Saw. Di dalamnya kami paparkan bagaimana Rasul Mulia dan Nabi Mulia Muhammad Saw., berinteraksi dengan non-muslim.

Ia adalah lembaran-lembaran yang murni dan cemerlang mengkilau, yang saya kira pernah diharapkan oleh para filosof dan para pemikir dalam mimpi-mimpi mereka, agar hal tersebut dapat terwujud dalam alam realitas manusia. Hingga Plato[4] dalam buku Republiknya dan Al-Farrabi[5] dalam bukunya Madinatul Fadhilah dan Thomas Mor[6] dalam bukunya Kota Utama yang kedua (Utopia), belum sampai sepersepuluh dalam impian, capaian yang sesungguhnya adalah apa yang pernah diwujudkan oleh Rasulullah Saw., dalam alam realitas.

Sebagai perhatian, dalam buku ini saya hanya membahas interaksi Nabi Saw., dengan non muslim yang terikat perdamaian dan saya tidak membahas tentang musuhnya atau tawanan; hal tersebut karena mereka bukan individu dalam masyarakat muslim dan semoga hal tersebut akan dibahas dalam buku lain, insyaAllah.

Duhai seandainya kaum muslimin mengetahui harga yang mereka genggam dari harta karun, hingga mereka mempelajarinya dan menerapkan nilai tersebut, kemudian menyebarkannya ke belahan dunia Timur dan Barat, agar mereka mencapai kebahagiaan dan manusia bahagia dengan mereka dan menjadi penyebab manusia mendapatkan hidayah di hadapan Tuhan Semesta Alam.

Baca: pengantar Indahnya interaksi Nabi dengan non-Muslim

________________________________________

[1] Mezdek : filosof Persia yang terkenal,  hidup di zaman Kisra Qubbaz bapak Anu Syarwan, Qubbaz mengajaknya masuk bergabung dalam mazhabnya lalu menerima ajakan Qubbaz tersebut, kemudian Anu Syarwan menelaah penyimpangannya dan memanggil dan membunuhnya, Mezdek telah menghalkan wanita dan harta dan menjadikan manusia sekutu bagi keduanya.

[2]  Imam Bukhari : kitab ilmu, bab bagaimana ilmu dicabut (100) dan Imam Muslim : kitab ilmu, bab ilmu diangkat dan dicabut (2673), dari Abdullah bin Amru ra.

[3] Rabie bin Amir : Sahabat yang mulia dari sahabat nabi Saw., menyaksikan penaklukan Persia, Sa’ad bin Abi Waqqash mengirimnya ke Rustum sebagai utusan. Dan Al-Ahnaf menjadikannya gubernur saat penaklukan Khurasan dari Thakhristan, lihat: Ibnu Hajar : al-Ishabah, biografi No. (2567).

[4]  Plato (427-347 S.M) : Filosof dan guru Yunani kuno, dianggap salah satu pemikir penting dalam sejarah pemikiran Barat, hingga filsafat Barat dianggap tidak lain adalah catatan Plato. Kata Plato adalah julukan yang berarti memiliki dua bahu yang Nampak, adapun nama sebenarnya adalah “Aristokeles”, karangan terkenalnya: Republik Plato.

[5] Abu Nashr Muhammad Al-Farrabi (260-339) : seorang filosof yang mumpuni dalam ilmu filsafat dan juga ahli dalam ilmu metafisika, begitupun dalam ilmu kedokteran, beliau dinisbatkan kepada Faaraab, daerah bagian yang dikenal hari ini Betrokistan, bukunya yang terkenal: Al-Madinah Al-Fadhilah.

[6]  Thomas Mor : Seorang pendeta dan filosof serta polisi Inggris, ia terkenal dengan bukunya (Kota Utama) Utopia. Lahir tahun 1478 M. dan wafat tahun 1535 M.

Facebook Comments Box

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here