Jakarta, Islamic Geographic – Tentara Israel mengeksekusi seorang lansia Palestina. Sadisnya, sang kakek itu ditembak di hadapan anak-anak dan istrinya. Kamel Muhammad Nofal (65 tahun), sang lansia itu. Kamel merupakan pensiunan pegawai Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Baca juga: Ratusan Atlet Dibunuh, IDF Jadikan Stadion Arena Pembantaian

Tentara Israel menembak langsung ke arah Kamel, ketika dia mencoba menjelaskan sifat disabilitas yang diderita anak-anaknya setelah mereka ditangkap dari rumah mereka di Kota Gaza.

Syahidnya Kamel itu menjadi sorotan Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania.

“Kami menerima informasi bahwa pasukan pendudukan memerintahkan evakuasi sebuah bangunan tempat tinggal seorang lanjut usia, Kamel Muhammad Nofal (65 tahun), pensiunan pegawai Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), di Lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza,” tutur Juru Bicara Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania.

Baca juga: 200 Situs Warisan & Arkeolog di Jalur Gaza Jadi Target Penghancuran Tentara Israel

Ceritanya, warga keluar bersama lansia tersebut, istrinya, Fatima Jamil Tamraz (63 tahun), dan ketiga anaknya. Anak-anak Kamel sebagian besar merupakan penyandang disabilitas (tuli, bisu, dan gangguan penglihatan).

Semuanya berjumlah 23 orang, termasuk 9 orang anak-anak, yang bungsu berusia 4 bulan. Setelah tentara menahan mereka, dan mereka tidak dapat berjalan sesuai dengan instruksi tentara, karena gangguan penglihatan pada malam hari, Kamel yang sudah lanjut usia mencoba menjelaskan kepada tentara dalam bahasa Ibrani yang dia fasih.

Baca juga: Pukulan Telak Pejuang Palestina Adalah Bayaran Kejahatan Israel

Kamel menjelaskan bahwa putra-putranya, Hossam (40 tahun), Ahmed (36 tahun), dan Mahmoud (32 tahun) serta putrinya, Wafa (31 tahun) tuli dan bisu. Seketika, tentara Israel langsung menembaknya. Kamel langsung mati syahid di depan anggota keluarganya. (top/**)

Facebook Comments Box

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here