Swiss, Islamic Geographic – Sebuah organisasi bantuan Swiss, pada hari Jumat, mengatakan bahwa akses untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di Jalur Gaza telah dihentikan dan masih menunggu persetujuan Israel untuk membantu mereka yang sangat membutuhkan, lapor Anadolu Agency.

“Organisasi-organisasi bantuan meminta akses dari Israel tetapi tidak mendapatkannya,” kata Hakam Awad, Country Director Evangelical Reformed Church of Switzerland (Heks), dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Swiss Tamedia Group. Dilansir dari Middle East Monitor

“Saat ini sangat sulit,” kata Awad, seorang warga Palestina yang tinggal di Yerusalem.

“Kami sedang menilai situasi dan bersiap untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Kami berkoordinasi dengan pihak-pihak lain dan berencana untuk membantu sesegera mungkin,” ujarnya, seperti dikutip harian Tages Anzeiger.

Wakil PM Spanyol Minta Eropa Terlibat Akhiri Kekerasan di Gaza

Upaya bantuan Heks akan difokuskan pada kebutuhan dasar seperti makanan, air, barang-barang kebersihan dan tenda, tambahnya.

Menurut Direktur, meskipun beberapa pasokan dari pengiriman bantuan sebelumnya masih tersedia, “Saya tidak tahu berapa lama mereka akan bertahan.”

Awad menggambarkan situasi yang membingungkan, dengan menambahkan, “Dalam beberapa tahun terakhir, situasi masyarakat di Gaza terlihat memburuk. Tapi saya belum pernah melihat krisis kemanusiaan seperti ini.”

Semua pintu masuk ke Gaza telah ditutup. Sejak hari Ahad, telah terjadi banyak serangan udara. Perusahaan listrik hari ini mengumumkan bahwa tidak ada lagi aliran listrik. Hal ini membuat pasokan air terancam karena pompa air digerakkan oleh listrik, jelasnya.

Baca juga: Hamas Luncurkan Rudal Jarak Jauh, Serang Israel Utara

“Mesir ingin memasok bahan bakar untuk pembangkit listrik. Namun, pihak berwenang Israel menolaknya. Situasi di Tepi Barat juga memburuk,” tambahnya.

Rumah sakit benar-benar kewalahan menghadapi situasi ini. Mereka kekurangan personil dan material untuk merawat semua korban luka. Banyak orang saat ini mencari perlindungan di rumah sakit. katanya seraya menggambarkan situasi sebagai kekacauan besar. (BL)

Facebook Comments Box

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here