Malaysia, Islamic Geographic – Pada hari Sabtu, sebuah pusat perbelanjaan populer di Malaysia dievakuasi atas ancaman bom yang dibuat oleh seorang penelepon anonim, yang dilaporkan untuk mempengaruhi sikap pemerintah yang telah lama mendukung Palestina. Dilansir dari Middle East Monitor

Sekitar 9.000 orang harus dievakuasi dari Mid Valley Southkey Mall di Johor Bahru. Menurut laporan, penelepon anonim, yang diidentifikasi sebagai orang asing, mengancam akan menanam bom di dalam gedung.

Penelepon tersebut dikatakan telah menuntut agar Malaysia menghentikan dukungannya terhadap Palestina di tengah kampanye genosida militer Israel di Gaza.

Dalam sebuah posting Facebook yang dibuat pada Sabtu malam, manajemen mal mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan ancaman keamanan melalui panggilan telepon anonim.

Menyusul insiden tersebut, Kuala Lumpur menegaskan kembali dukungannya terhadap Palestina dan perjuangannya, terlepas dari ancaman terorisme. Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi meyakinkan masyarakat bahwa “Kita tidak perlu takut terhadap apapun, bahkan ancaman terhadap dukungan terhadap Palestina. Faktanya, kami memberikan bantuan keuangan kepada Palestina. Kami akan terus mendukung Palestina.”

Zahid juga mengatakan bahwa Malaysia menargetkan untuk menyumbangkan sekitar $21 juta (RM100 juta) untuk membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina.

“Target kami adalah RM100 juta, jumlah sumbangan terbesar dalam sejarah negara ini, untuk mendukung rakyat Palestina,” katanya seperti dikutip.

Baca juga: PM: Malaysia Tolak Kecam Hamas Meski Ditekan

Setelah sholat Jumat di Kuala Lumpur, sekitar 15.000 demonstran berkumpul mengutuk agresi Israel ke Gaza. Menurut Malay Mail, para pengunjuk rasa mengenakan syal keffiyeh Palestina dan memegang plakat bertuliskan ‘Israel cuak’ (Israel ketakutan), di tengah-tengah nyanyian ‘Hidup Palestina’ (hidup Palestina) dan ‘Hancur Zionis’ (hancurkan Zionis). (BL)

Facebook Comments Box

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here